Sebuah studi baru yang diterbitkan di Sistem Pertanian telah menemukan bahwa penggunaan CABI BioProtection Portal Hal ini sangat berkaitan dengan peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan hama, adopsi praktik pengelolaan hama terpadu (IPM) yang lebih luas, peningkatan penggunaan biopestisida, dan keuntungan pertanian yang lebih tinggi di kalangan petani cabai skala kecil di India.
Studi tersebut meneliti bagaimana tiga Alat pendukung pengambilan keputusan digital CABI, yang CABI BioProtection PortalAplikasi Crop Sprayer, dan Aplikasi Factsheets, membantu petani mengelola hama thrips hitam cabai (Thrips parvispinus), hama invasif yang telah menyebabkan kerugian tanaman yang parah dan peningkatan penggunaan pestisida di India selatan. Para peneliti mensurvei hampir 1,000 petani cabai dan menilai hubungan antara penggunaan alat digital dan berbagai hasil pertanian.
Temuan keseluruhan
Studi ini menunjukkan bahwa ketiga alat digital tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan petani tentang pengelolaan hama dan mendorong penerapan praktik kesehatan tanaman yang berkelanjutan.
Petani menggunakan alat-alat tersebut:
- mengadopsi 11% lebih banyak praktik IPM
- memiliki kemungkinan 55% lebih besar untuk mengadopsi biopestisida.
- mengurangi penggunaan pestisida sintetis
- melaporkan peningkatan laba rata-rata sebesar 23%.



Para peneliti mencatat beberapa perbedaan dalam dampak ketiga alat tersebut. Misalnya, Portal tampaknya lebih berkontribusi pada adopsi biopestisida, sementara aplikasi Crop Sprayer lebih berkontribusi pada pengurangan penggunaan pestisida kimia. Yang perlu diperhatikan, hasilnya lebih kuat di antara petani yang menggunakan alat-alat tersebut dengan dukungan dari penasihat pertanian.
Cara menggunakan CABI BioProtection Portal perubahan perilaku petani
Di antara alat-alat yang dievaluasi, Portal menunjukkan keterkaitan terkuat dengan adopsi pendekatan pengelolaan hama berkelanjutan. Petani yang menggunakan Portal:
- adalah 53% lebih berpengetahuan tentang pengelolaan hama thrips hitam cabai yang berkelanjutan dibandingkan dengan non-pengguna.
- diadopsi 23% lebih banyak praktik IPM, setara dengan mengadopsi sekitar 1.4 praktik IPM tambahan.
- adalah 94% lebih mungkin menggunakan biopestisida untuk pengelolaan hama.
Temuan ini kemungkinan mencerminkan peran Portal dalam membantu petani dan penasihat mengidentifikasi produk bioproteksi yang terdaftar secara lokal dan memahami bagaimana produk tersebut dapat diintegrasikan ke dalam program Pengelolaan Hama Terpadu (IPM).
Pengurangan ketergantungan pada pestisida sintetis dan keuntungan yang lebih tinggi.
Mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis menjadi semakin penting karena petani menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengelola hama secara efektif sambil mengatasi masalah kesehatan, lingkungan, dan peraturan.
Studi ini juga menemukan bahwa pengguna Portal lebih sedikit bergantung pada pestisida sintetis. Dibandingkan dengan non-pengguna, mereka membuat Penggunaan pestisida sintetis berkurang 10%., sambil tetap menjaga produktivitas tanaman.
Pengurangan ketergantungan pada input, termasuk produk sintetis, dikaitkan dengan peningkatan hasil ekonomi. Petani yang menggunakan Portal tersebut mencapai hasil yang lebih baik. Keuntungan 36% lebih tinggi dari produksi cabai daripada non-pengguna.
Kesimpulan
Para peneliti menyimpulkan bahwa perangkat digital seperti CABI BioProtection Portal dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan akses terhadap informasi pengelolaan hama yang andal, mendukung adopsi produk bioproteksi dan IPM, serta membantu petani meningkatkan profitabilitas sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis.
Baca studinya: Mendorong pengelolaan hama berkelanjutan melalui perangkat pendukung keputusan digital: Wawasan dari India.