Ringkasan: Kacang merupakan bagian penting dari pertanian global, tetapi hama dan penyakit dapat berdampak pada perekonomian produsen seperti Amerika Serikat, Brasil, dan Australia. Metode pengendalian hayati seperti tawon parasit dan minyak hortikultura dapat membantu memerangi hama dan meningkatkan hasil panen.
Ringkasan
- Hama dan penyakit apa yang menyerang tanaman kacang?
- Kumbang kacang Meksiko
- Kumbang daun kacang
- Penggerek batang jagung kecil
- Kutu busuk berwarna coklat
- Bercak coklat bakteri
- Kacang polong
- Kutu bau hijau selatan
- Tungau laba-laba berbintik dua
- Belatung jagung benih
- Virus mosaik umum kacang
- Cacing kuping jagung
- Kutu daun kacang tunggak
- Bagaimana cara mengelola hama kacang?
- Ringkasan
- FAQ (Pertanyaan Umum)
Tanaman buncis meliputi buncis biasa, kacang polong, buncis buncis, buncis hijau, dan kacang lima, yang memainkan peran penting dalam perekonomian produsen besar seperti Brasil, Australia, dan Amerika Serikat. Brasil menghasilkan sekitar 3 juta metrik ton buncis kering setiap tahun, sementara ekspor buncis kering di Amerika Serikat bernilai sekitar $425 juta per tahun. Tanaman buncis rentan terhadap serangan berbagai macam tungau, serangga, dan infeksi mikroba, yang mengurangi hasil panen dan daya jual. Artikel ini berfokus pada identifikasi dan pengendalian hama buncis umum (termasuk hama buncis) dan penyakit, serta mengeksplorasi penggunaan metode biologis.
Hama dan penyakit apa yang menyerang tanaman kacang?
Tanaman kacang-kacangan dapat diserang oleh serangga seperti kumbang dan larva spesies lalat serta ngengat. Tungau laba-laba merupakan hama penting lainnya, sementara virus dan infeksi bakteri juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Sekitar 50% kedelai yang diproduksi di AS hilang akibat hama invertebrata, dan 30% biaya produksi kacang-kacangan dialokasikan untuk pengendalian hama di Brasil.
Kumbang kacang Meksiko (Epilachna varivestis)
Spesies kumbang ini merusak banyak tanaman buncis dengan memakan daunnya. Kumbang dewasa berwarna kuning-oranye dengan bintik-bintik hitam dan tumbuh hingga panjang 25 mm. Larva berwarna kuning dan berduri. Kumbang buncis Meksiko yang memakan daun dapat membuat daun tampak seperti kerangka atau berenda. Hal ini disebabkan oleh kumbang yang memakan bagian bawah daun, sehingga bagian atas daun mengering.

Kumbang daun kacang (Cerotoma trifurcata)
Spesies kumbang ini merusak banyak tanaman buncis dengan memakan daun dan jaringan polong, terutama jaringan tanaman yang lebih muda. Kumbang dewasa berbentuk oval, bisa berbintik atau tidak berbintik, dan tumbuh hingga panjang 6.35 mm. Kumbang ini hadir dalam berbagai warna, termasuk abu-abu, merah, oranye, kuning, dan cokelat. Kerusakan dapat berupa lubang pada daun dan polong yang rusak.

Penggerek batang jagung kecil (Elasmopalpus lignosellus)
Hama ini merupakan spesies ngengat yang merusak tanaman buncis selama fase larva (ulat). Ngengat dewasa berwarna cokelat dan memiliki lebar sayap hingga 25 mm. Larva dewasa berwarna biru/hijau dengan garis-garis kuning dan putih. Larva memakan bibit dan menggerek batang tanaman, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Kerusakan awal tampak seperti layu dan kuncup layu, tetapi infestasi yang parah dapat mengakibatkan kematian tanaman.


Kumbang bau marmer coklat (Halyomorpha halys)
Hama ini merusak berbagai jenis tanaman, termasuk kacang-kacangan, dengan menghisap cairan tanaman dan menyuntikkan enzim yang merusak jaringan tanaman. Hama dewasa berwarna cokelat, berbentuk perisai, dan tumbuh hingga panjang sekitar 16 mm. Kerusakan tampak seperti lubang-lubang hitam kecil yang dikelilingi tepi berwarna kuning atau hijau terang. Jaringan tanaman yang berlubang dapat membuatnya tidak dapat dipasarkan, dan seluruh tanaman dapat musnah akibat infestasi yang parah.

Bercak coklat bakteri (Pseudomonas syringae)
Ini adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh spesies Pseudomonas syringae, yang dapat muncul pada jaringan tanaman sebelum gejalanya terlihat. Kerusakan muncul sebagai bercak-bercak cokelat atau nekrotik (mati) pada daun dan polong, seringkali dikelilingi oleh area kuning muda. Bagian tengah bercak-bercak yang terendam air ini dapat rontok pada daun, sehingga membentuk lubang. Bakteri ini terutama menyebar melalui cipratan air hujan dan sisa-sisa tanaman yang jatuh.

Kacang polong (Chalcodermus aeneus)
Hama ini merusak kacang tunggak dan tanaman kacang-kacangan lainnya pada tahap dewasa dan larva. Hama dewasa berwarna hitam, terkadang dengan semburat perunggu, dan tumbuh hingga panjang 5.5 mm. Hama betina bertelur di dalam polong kacang, dan larva memakan polong sebelum jatuh ke tanah untuk membentuk kepompong. Hama dewasa memakan polong dan daun, dan kerusakannya tampak seperti lubang pada polong dan biji. Infestasi yang parah dapat mengakibatkan hilangnya seluruh polong dan bunga.

Kutu bau hijau selatan (nezara viridula)
Hama ini merusak tanaman kacang-kacangan dengan memakan cairan tanaman selama tahap dewasa dan perkembangannya (nimfa). Seperti kutu busuk lainnya, hama ini berbentuk perisai tetapi biasanya berwarna hijau, sesuai namanya. Kumbang dewasa tumbuh antara 12-13 mm dan terutama memakan tunas yang sedang tumbuh, meskipun banyak jaringan tanaman rentan terhadap serangan. Kerusakan dapat muncul sebagai bintik-bintik cokelat dan hitam pada jaringan tanaman dan pertumbuhan tanaman yang terhambat.

Tungau laba-laba berbintik dua (Tetranychus urticae)
Hama tungau ini merusak tanaman kacang-kacangan dengan menghisap jaringan tanaman dari bagian bawah daun. Tungau dewasa bisa berwarna hijau tua atau kuning dan memiliki bintik-bintik khas di setiap sisinya. Panjangnya bisa mencapai 0.4 mm. Kerusakan pada bagian bawah daun menyebabkan munculnya bintik-bintik putih, yang secara bertahap dapat menyebar ke seluruh daun. Kerusakan parah dapat mengakibatkan daun mengering, dan jaring-jaring biasanya akan terbentuk di bawah daun.

Belatung jagung benih (Delia platura)
Hama ini merupakan tahap larva dari spesies lalat yang menggali ke dalam biji kacang dan memakan jaringan tanaman di bawah tanah. Lalat dewasa berwarna abu-abu dan tumbuh hingga 5 mm, sementara larva (belatung) panjangnya sekitar 6 mm dan tampak berwarna kuning keputihan atau cokelat. Gejala kerusakannya meliputi kacang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkecambah. Daun awal dapat terlihat rusak, menguning, atau hilang.

Virus mosaik umum kacang (Potyvirus phaseovulgaris)
Ini adalah infeksi virus yang menyebabkan pola khas pada daun tanaman yang terinfeksi dan umumnya ditularkan oleh kutu daun dan biji tanaman induk. Pola muncul dalam nuansa kuning-hijau atau hijau tua, dan dapat menyebabkan daun menggulung, menggulung, dan melepuh. Bentuk lain dari virus ini menyebabkan bintik-bintik merah kecil, dan urat daun di sekitarnya berubah menjadi cokelat kehitaman.

Cacing telinga jagung (helicoverpa zea)
Hama ini merupakan spesies ngengat yang menyebabkan kerusakan pada tanaman buncis selama tahap larva. Ngengat dewasa tumbuh hingga 18.5 mm dengan lebar sayap 37 mm dan muncul dalam nuansa warna merah-cokelat, hijau, dan cokelat muda. Larvanya bertubuh hijau dengan kepala dan rambut berwarna hitam. Mereka tumbuh hingga 37 mm dan memakan langsung banyak bagian tanaman, termasuk daun, polong, dan buncis. Kerusakan dapat muncul sebagai lubang pada daun dan polong buncis.


Kutu daun kacang tunggak (Kutu daun)
Hama serangga ini memakan jaringan berbagai tanaman kacang-kacangan. Betina dewasa berwarna cokelat tua atau hitam, bersayap, dan tumbuh hingga sekitar 2.2 mm. Kerusakan tampak berupa pertumbuhan tanaman yang terhambat, dan infestasi yang parah dapat mengakibatkan kematian tanaman. Kutu daun kacang tunggak mengeluarkan embun madu, yang mendorong pertumbuhan jamur jelaga dan menarik semut.

Kutu daun kacang polong (Asyrthosiphon pisum) merupakan hama kutu daun penting lainnya yang menyerang kacang polong dan kacang kapri.

Bagaimana cara mengelola hama kacang?
Terdapat beberapa metode yang tersedia untuk mengendalikan hama tanaman kacang-kacangan. Kombinasi pendekatan menggunakan Pengelolaan Hama Terpadu (IPM) praktik dan metode pengendalian biologis berfungsi dengan baik dalam banyak kasus.
Pemantauan
Perhatikan gejala-gejala yang dijelaskan di atas. Gejala paling umum kerusakan hama dan penyakit pada tanaman buncis adalah perubahan warna daun, yang dapat muncul dalam berbagai pola dan warna. Serangan hama secara langsung dapat terlihat pada kasus kutu busuk, ulat tongkol jagung, atau belatung biji jagung jika tanaman di bawah tanah diperiksa. Pastikan untuk memeriksa bagian bawah daun, tempat hama seperti tungau laba-laba mencari makan dan membentuk jaring. Banyaknya hama dewasa, seperti ngengat ulat tongkol jagung, juga dapat mengindikasikan infestasi, sementara jumlah semut yang lebih banyak dapat mengindikasikan masalah kutu daun.
Kontrol budaya
Pengendalian secara kultur teknis melibatkan penerapan praktik pertanian atau perkebunan khusus untuk menurunkan risiko serangan hama. Metode pengelolaan tanaman ini bergantung pada identifikasi hama yang tepat. Hama dan penyakit, seperti kumbang daun kacang dan bakteri penyebab bercak cokelat bakteri, menggunakan sisa tanaman yang gugur sebagai inang, sehingga penting untuk memastikan area tanam tetap bersih dari puing-puing. Menanam tanaman lebih awal di musim tanam dapat mengurangi dampak penggerek batang jagung kecil, sementara rotasi tanaman dapat membantu mengendalikan jumlah kutu kebul kacang tunggak. Hindari menanam tanaman kacang yang rentan di dekat area tanam jagung, karena hal ini dapat meningkatkan risiko serangan ulat tongkol jagung.
Kontrol biologi atau pengendalian hayati
- Zat Alami: Zat ini biasanya berasal dari tanaman dan dapat digunakan dalam bentuk semprotan untuk mengusir atau membunuh hama. Misalnya, banyak minyak tumbuhan seperti minyak biji kapas, minyak peppermint, dan minyak rosemary dapat memerangi kutu daun kacang tunggak dengan cara menutupi dan mencekik hama ini.
- Semiokimia: Ini adalah senyawa pembawa pesan yang dapat digunakan untuk mengganggu perilaku hama. Misalnya, feromon dapat digunakan untuk menjebak dan mengganggu perkawinan spesies ngengat yang dapat menyerang tanaman kacang-kacangan.
- Mikroba: Ini adalah mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus yang membahayakan hama dan mikroba penyebab penyakit, tetapi tidak membahayakan tanaman. Misalnya, spesies jamur Beauveria bassiana Menyebabkan infeksi fatal pada banyak hama, termasuk penggerek batang jagung kecil.
- Makroba: Hewan yang lebih besar, seperti serangga tertentu, yang memakan atau menjadi parasit hama. Misalnya, spesies tawon parasit yang bertelur di dalam telur spesies hama dapat membantu mengendalikan jumlah ulat tongkol jagung.
Pestisida Kimia
Sebagai pemimpin dunia dalam penerapan pengetahuan manajemen hama berbasis alam, CABI mendorong IPM sebagai pendekatan yang lebih disukai dan berbasis ekologi untuk menghasilkan tanaman pangan yang sehat, yang memperbolehkan penggunaan pestisida kimia hanya bila diperlukan, dan dengan mematuhi langkah-langkah yang membatasi paparan pestisida terhadap manusia dan lingkungan (lihat FAO, Kode Etik Internasional tentang Pengelolaan Pestisida).
Sebelum mempertimbangkan penggunaan pestisida kimia, petani sebaiknya menjajaki semua solusi non-kimia yang tersedia untuk mengendalikan kutu kacang, termasuk yang telah disebutkan di atas. Untuk saran pengelolaan hama yang lebih spesifik, kunjungi CABI BioProtection Portal, di mana Anda dapat memasukkan lokasi dan masalah hama untuk mencari solusi khusus.
Jika pestisida kimia dipertimbangkan untuk digunakan, petani sebaiknya memilih pestisida kimia berisiko rendah yang, jika digunakan sebagai bagian dari strategi PHT, dapat membantu mengelola masalah hama sekaligus meminimalkan dampak buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penyedia layanan konsultasi pertanian dapat memberikan informasi tentang pestisida kimia berisiko rendah yang tersedia secara lokal dan sesuai dengan strategi PHT. Para ahli ini juga dapat memberikan saran tentang alat pelindung diri yang dibutuhkan.
Ringkasan
Tanaman buncis sangat penting bagi pertanian global, dengan Brasil, Amerika Serikat, dan Australia sebagai produsen utama. Namun, buncis rentan terhadap berbagai hama dan penyakit yang mengurangi hasil panen. Ancaman utama meliputi kumbang, kutu busuk, kutu daun, larva ngengat, tungau, dan infeksi mikroba seperti bercak cokelat bakteri dan virus mosaik kacang. Pengelolaan yang efektif bergantung pada PHT, yang menggabungkan pemantauan, praktik budidaya, dan pengendalian biologis seperti jamur dan minyak yang bermanfaat untuk produksi kacang yang berkelanjutan.
Jelajahi panduan lengkap tentang perlindungan tanaman lain, termasuk beras, dan menangani hama seperti lalat kacang dan kutu daun.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apa hama utama kacang-kacangan?
Kacang rentan terhadap serangan berbagai hama, yang bervariasi berdasarkan wilayah dan spesies tanaman. Misalnya, kumbang kacang Meksiko merupakan hama penting di wilayah Atlantik Tengah Amerika Serikat, sementara kutu busuk merupakan masalah serius di Brasil. Kutu daun merupakan hama penting kacang fava di Australia.
Serangga apa yang memakan kacang saya?
Banyak serangga dapat muncul pada tanaman buncis, termasuk spesies yang tidak berbahaya. Gunakan gambar di atas untuk membantu Anda mengidentifikasi serangga yang Anda lihat. Kutu busuk memiliki bentuk perisai yang khas, sementara kumbang kacang Meksiko terlihat agak mirip kepik biasa, tetapi dengan warna yang lebih oranye atau cokelat muda.
Bagaimana cara mengusir hama dari kacang?
Ada beberapa metode yang bisa Anda gunakan untuk mengusir hama dari tanaman kacang-kacangan. Membersihkan area tanam dari gulma dan puing-puing dapat membantu mengusir hama umum, sementara menyemprotkan minyak hortikultura dapat membantu mengusir hama seperti kutu daun dari tanaman kacang-kacangan.