Ringkasan
- Apa itu biostimulan?
- Bagaimana cara kerja biostimulan?
- Keuntungan dan dampaknya terhadap pertanian
- Jenis-jenis biostimulan
- Bagaimana cara penerapannya?
- Biostimulan dan CABI BioProtection Portal
Apa itu biostimulan?
Biostimulan adalah zat atau mikroorganisme yang meningkatkan proses internal tanaman. Ini dapat mencakup penyerapan nutrisi, toleransi stres, dan pertumbuhan. Kebanyakan biostimulan memanfaatkan bahan organik, termasuk jamur, bakteri, asam amino, senyawa tanaman, dan banyak lagi. Biostimulan berbeda dengan pupuk, yang memasok nutrisi langsung ke tanaman, baik melalui tanah maupun aplikasi daun.

Bagaimana cara kerja biostimulan?
Mereka bekerja dengan dua cara utama: dengan merangsang proses fisiologis tanaman dan dengan memengaruhi biologi tanah. Ini meliputi:
- Mendorong pertumbuhan akar, memungkinkan tanaman mencapai lebih banyak nutrisi dan air
- Meningkatkan efisiensi transportasi nutrisi dalam tanaman
- Meningkatkan mekanisme pertahanan alami tanaman, yang berarti mereka dapat melawan patogen dan penyakit dengan lebih baik
- Mempengaruhi laju fotosintesis, yang meningkatkan produksi energi dan laju pertumbuhan
- Mempromosikan pertumbuhan mikroorganisme yang bermanfaat di dalam tanah
- Meningkatkan struktur tanah, dengan mendukung aktivitas mikroba dan agregasi bahan organik, sehingga memudahkan akar untuk menemukan nutrisi dan air
Keuntungan dan dampaknya terhadap pertanian
Biostimulan digunakan dalam pertanian untuk meningkatkan kualitas tanaman secara keseluruhan. Dengan memperbaiki fisiologi dan lingkungan tanaman, biostimulan membantu:
- Mengurangi kebutuhan pupuk, karena tanaman menjadi lebih efisien dalam mencapai dan menggunakan nutrisi
- Menavigasi dampak perubahan iklim dan peristiwa cuaca, karena hal tersebut membuat tanaman lebih tangguh
- Meningkatkan sifat yang diinginkan seperti ukuran, warna, dan umur simpan, dengan membuat tanaman lebih sehat
- Mengurangi kebutuhan akan produk perlindungan tanaman, karena membantu memperkuat kesehatan tanaman secara keseluruhan dan meningkatkan sistem pertahanan alaminya.
Hal ini berkontribusi pada ekosistem produksi pangan yang lebih berkelanjutan, karena mengurangi limbah dan ketergantungan pada masukan sintetis.

Jenis-jenis biostimulan
Biostimulan mikroba meliputi jamur dan bakteri yang bermanfaat. Contohnya meliputi:
- Rhizobacteria pemacu pertumbuhan tanaman: Bakteri ini membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi yang dapat diserap, meningkatkan produksi hormon pertumbuhan tanaman, dan menghambat patogen tanaman dengan menghasilkan antibiotik.
- Trichoderma: Jamur ini meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah, menghasilkan enzim yang bermanfaat, dan meningkatkan ketahanan terhadap tekanan patogen dan lingkungan.
Ada juga banyak biostimulan non-mikroba lainnya, termasuk:
- Asam amino: Mendukung pertumbuhan tanaman dengan menyediakan bahan pembangun protein dan senyawa penting lainnya.
- Ekstrak tumbuhan: Ini dapat meningkatkan perkembangan akar, membantu tanaman menyerap nutrisi lebih efisien, merangsang sistem pertahanan tanaman, dan meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan dan suhu ekstrem.
- Zat humik: Zat ini memperbaiki struktur tanah, ketersediaan nutrisi, dan metabolisme tanaman.
Sangat penting untuk memilih produk yang tepat untuk tanaman dan kondisi tertentu untuk mencapai hasil yang optimal.
Bagaimana cara penerapannya?
Ada beberapa cara untuk mengaplikasikan biostimulan, tergantung pada produk dan kebutuhan tanaman. Misalnya:
- Menambahkan ke dalam tanah, secara langsung atau melalui sistem irigasi – meningkatkan kesehatan tanah, ketersediaan nutrisi, dan perkembangan akar
- Penyemprotan langsung ke daun tanaman – penyerapan nutrisi dan distribusi nutrisi yang efisien di dalam tanaman
- Penerapan pada benih – meningkatkan tingkat perkecambahan, kualitas bibit awal, dan pembentukan tanaman
Saat mengaplikasikan produk ini, pengaturan waktu sangat penting untuk mendapatkan hasil terbaik.
Biostimulan dan CABI BioProtection Portal
Dengan meningkatnya tekanan regulasi untuk mengurangi input sintetis dan meningkatnya permintaan untuk pertanian berkelanjutan, pasar biostimulan global berkembang pesat. Proyeksi memperkirakan pasar ini akan mencapai $7–10 miliar pada awal tahun 2030-an.
Biostimulan akan segera tersedia di Portal. Biostimulan harus dipertimbangkan dalam strategi pengelolaan tanaman berkelanjutan, bersama dengan praktik-praktik lain, termasuk Pengelolaan Hama Terpadu (IPM).