Sebuah proyek biopestisida baru yang didukung oleh Yayasan Croda, telah diluncurkan di Cile dan telah memberikan dampak. Berfokus pada pertanian kentang di daerah terpencil di negara tersebut, proyek ini menggabungkan pelatihan di lapangan dengan perangkat digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan praktik perlindungan tanaman, meningkatkan keberlanjutan, dan memperkuat pengetahuan petani.
Pelatihan praktis bertemu dengan alat digital
Selama tiga tahun inisiatif ini, CABI dan mitranya bertujuan untuk membekali petani kentang dan penasihat di Chili dengan pengetahuan dan sumber daya praktis untuk mengatasi tantangan umum dan regional. Ini termasuk:
- Meningkatkan pemahaman tentang penggunaan pestisida yang aman
- Memperkenalkan biopestisida sebagai alternatif input kimia
- Menyediakan akses ke informasi digital yang dapat diandalkan
Selama kunjungan baru-baru ini, CABI mengadakan lima lokakarya di tiga wilayah sasaran, dua di selatan Chili dan satu di utara. Sesi-sesi ini mempertemukan sekitar 130 petani dan penasihat pertanian untuk pengalaman belajar langsung. Setiap lokakarya menampilkan presentasi, demo kalibrasi penyemprot, sesi tanya jawab, dan demonstrasi langsung tentang cara menggunakan CABI BioProtection Portal dan penyakit menular platform digital.

Solusi yang tepat sasaran untuk tantangan lokal
Fokus awal proyek ini adalah pelatihan dasar tentang keamanan pestisida dan pengurangan risiko, yang dipadukan dengan pengenalan biopestisida. Proyek ini juga membahas isu-isu spesifik yang memengaruhi produksi kentang di berbagai wilayah di Chili.
- Chili Selatan: Kekhawatiran utama adalah penyakit busuk daun, penyakit yang merusak yang disebabkan oleh mikroorganisme Phytophthora infestansJamur ini menjadi target prioritas karena penyebarannya cepat dan berpotensi merusak hasil panen.
- Chili Utara: Kumbang kentang Andes (Premnotripsin spp.) merupakan tantangan bagi petani di wilayah ini. Hama ini merupakan hama persisten yang dapat secara signifikan mengurangi kualitas dan daya jual tanaman.
Apa selanjutnya?
Tahun pertama proyek difokuskan pada pengembangan kapasitas melalui lokakarya dan pelatihan digital. Pada tahun kedua dan ketiga, inisiatif ini akan diperluas untuk mencakup hari-hari terbuka bagi petani di pengelolaan hama terpadu Uji coba lapangan (IPM) di Chili bagian selatan. Acara ini akan memungkinkan petani dan penasihat untuk melihat strategi perlindungan tanaman berkelanjutan dalam tindakan.
Sementara itu, tim peneliti di laboratorium CABI dan Cile tengah melakukan studi ilmiah untuk mengeksplorasi kandidat mikroba baru untuk pengembangan biopestisida. Hal ini memastikan bahwa ilmu pengetahuan terkini mendukung pengetahuan yang dibagikan di lapangan.
Mengukur dampak
Untuk mengukur keberhasilan proyek, tim akan melacak perubahan dalam kesadaran, perilaku, dan praktik petani terkait dengan keamanan pestisida, adopsi biopestisida, dan pengendalian hama dan penyakit utama. Tujuannya adalah perubahan nyata menuju pengambilan keputusan yang lebih berkelanjutan dan berdasarkan informasi dalam pertanian kentang.
Peran CABI BioProtection Portal
Portal memainkan peran kunci dalam transformasi ini. Sebagai alat daring yang gratis dan mudah digunakan, Portal membantu petani dan penasihat mengidentifikasi opsi pengendalian biologis yang aman dan efektif untuk tanaman dan wilayah mereka. Dengan penggunaan dan pelatihan yang berkelanjutan, Portal akan menjadi sumber daya tepercaya dalam komunitas pertanian Cile.
Upaya kolaboratif ini menyoroti kekuatan menggabungkan keterlibatan lokal dengan perangkat yang mudah diakses. Upaya ini membantu memastikan bahwa bahkan masyarakat pertanian yang paling terpencil pun memiliki akses ke sumber daya yang mereka butuhkan untuk masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.